Monday, May 10, 2010

Buroq


Tajuk : Buroq

Artikel Oleh : Sangtawal Sakranta


Kita selalu mendengar kisah perjalanan Nabi Muhammad saw pada malam Israk Mikraj baginda. Perkataan Buroq tidak asing lagi dalam dunia islam kerana ia merupakan kenderaan Rasululullah saw pada malam yang penuh keberkatan itu.

Buroq seperti yang digambarkan kepada kita adalah berupa binatang seperti burung , mempunyai sayap dan berkepala manusia serta bertubuh seperti kuda. Ia bergerak dengan kepantasan yang sangat tinggi!

Namun begitu, apakah kenderaan Buroq yang sebenar, yang dinaiki oleh Rasulullah saw itu sedemikian rupa? apakah pengertian dan gambaran tentang Buroq ini telah diselewengkan oleh pihak-pihak tertentu sejak ribuan tahun lagi?, malah mungkin bertujuan untuk mewujudkan kekeliruan di kalangan umat islam dan mungkin juga untuk memperlekehkan atau menimbulkan ejekan, malah keraguan tentang kebenaran terjadinya peristiwa bersejarah dalam hidup Rasulullah saw dan umat islam sengaja ditimbulkan oleh musuh-musuh islam kerana pada malam itulah Baginda telah diamanahkan oleh Allah swt perintah Solat 5 waktu sehari semalam ! solat adalah merupakan tiang agama.

Buroq telah menjadi satu binatang mistik di alam melayu sejak sekian lama. Gambar-gambar Buroq dicari dan dibeli kerana dipercayai boleh membawa keuntungan jika digantung di dalam kedai. Kepada mereka yang lebih taksub lagi dengan Buroq ini, mereka ingin sekali memiliki gambar Buroq ini, kononnya untuk tujuan menarik atau sedut duit! [ kalau gitu, tak payah kerja la yer !!! ]

Contohnya , gambar Buroq dalam koleksi lukisan lama saya di bawah ini, pernah suatu ketika dahulu ditawarkan dengan harga yang agak lumayan, namun saya tidak mahu menjualnya, biarlah ia menjadi koleksi peribadi berharga saya untuk tatapan anak cucu di kemudian hari.

*Gambar Buroq dalam koleksi gambar peribadi saya



Gambar Buroq ini yang hampir koyak , saya masukkan kedalam frame dan simpan sejak 15 tahun yang lalu. Saya memperolehinya dari sebuah rumah lama yang dirobohkan.

Pada mulanya si anak tuan rumah (arwah) mahu membakarnya kerana dia kata tak elok letak “gambar khurafat” ini dalam rumah! Gambar itu dibeli oleh arwah bapanya dari seorang perantau yang digelar tok sheikh, beliau tidak pasti yang tok sheikh itu berbangsa apa, mungkin arab, Pakistan atau india.Tok Sheikh itu juga menjual kain dari satu rumah ke satu rumah.

Arwah datuk saya juga pernah mencadangkan supaya saya membuang saja gambar ini suatu masa dahulu setelah dia melihat saya menggantungkan gambar ini dalam bilik tidur saya, tetapi oleh kerana minat yang mendalam kepada barang-barang lama dan seni, saya menyimpannya secara sembunyi-sembunyi tanpa pengetahuan datuk!

Cuba teliti mahkota yang dipakai oleh Buroq di atas, mahkota diatasnya yg mempunyai salib (sengaja dibengkokkan sedikit) , boleh dikatakan hampir sama seperti St Thomas’ Cross yang menjadi simbol St Thomas Christians (Nasrani Menorah).

Sila lihat gambar Baphomet dibawah, di kepalanya ada bintang, dan ia juga bertanduk. Ada juga gambar bulan di sebelahnya. malah ianya juga turut bersayap! hampir sama dengan gambar Buroq khayalan mainan konspirasi Jesuits di atas!

*Baphomet



*Persian Cross

Lihat pula subang atau anting-anting Buroq diatas, bukankah ia menyerupai Persian Cross di atas?

Persian Cross diatas pula menyerupai Stone Cross di bawah

* Stone cross , baca sedikit artikel mengenainya,

Klik :


Lihat pula corak kain pelapik pelana di gambar Buroq di atas, bukankah ia hampir sama dengan corak kain selendang jubah Pope Benedict di bawah?



Kesimpulannya, saya cukup percaya bahawa gambaran rupa Buroq seperti diatas adalah sengaja dibuat oleh pihak tertentu untuk mengelirukan umat islam, sekaligus mempersendakan peristiwa Israk Mikraj Nabi Muhammad saw.

Kepada para pembaca yang mempunyai ilmu tentang Buroq yang dinaiki oleh Rasulullah saw pada malam Israk Mikraj yang penuh keberkatan itu, bolehlah berkongsi di sini.

Dibawah ini saya sertakan satu artikel Pilihan untuk tatapan bersama berkaitan Buroq :

Sumber : Klik Sini


[[ Untuk menjawab semua pertanyaan itu, saya mengutip penjelasan yang sangat ilmiah tentang Isra’ Mi’raj oleh Prof. Dr. Saidi Syekh Khadirun Yahya MA. M.Sc dalam bukunya berjudul :

CAPITA SELECTA TENTANG AGAMA, METAFISIKA ILMU EKSAKTA JILID II (hal 51-57), Penerbit Universitas Panca Budi Medan.Berikut kutipannya :

Uraian ringkas ISRA’ dan MI’RAJ Rasulullah SAW
ditinjau dari sudut ILMU METAFISIKA EKSAKTA.

Maksud Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW ialah untuk sujud/hadir ke hadirat ALLAH SWT yang bersemayam di atas Arasy yang maha tinggi.

Jadi: ALLAH SWT berada di Arasy, sedangkan Rasulullah SAW berada di bumi.

Jarak antara keduanya tak terhingga jauhnya : dalam istilah ilmu pasti, jarak yang tak terhingga ditulis : S = ∞

Menurut rumus Mekanika :

1. : S = v x t
S = Spazium = distance = jarak
V = Velocitas = speed = kecepatan
T = tempo = time = waktu

2. Jadi : Jarak = kecepatan x waktu (lihat nomor 1).

3. : S = v x t; kalau jaraknya S = tak terhingga, maka ditulis : S = ∞

4. Jadi : S = v x t;

Menurut Ilmu Aljabar :

5. Kalau : ∞ = v x t, maka v-nya harus (v = ∞).
Atau t-nya harus ( t = ∞ ).

6. Jadi : ∞ = ∞ x t atau ∞ = v x ∞
Waktu yang dipakai Rasulullah SAW berangkat sesudah Isya dan kembali sebelum subuh, katakanlah ± 6 jam pulang pergi, jadi : satu kali jalan menggunakan waktu 3 jam atau t = 3 jam.

7. Diketahui :
2t = 6
t = 3

8. : S = v x t ∞ = v x t
S = ∞
t = 3 .:. v = ∞ = ∞

9. Jadi : v mesti ∞ : v = ∞
∞ Artinya : Bahwa menurut ilmu rumus eksakta di atas, Rasulullah SAW wajib memakai suatu alat/”kendaraan”/faktor/frekuensi /yang berdimensi/ ber-kecepatan tak terhingga/tak terbatas, yang v-nya = ∞

Dan ini ternyata benar! Memang Rasulullah diberikan alat Bouraq = kilat, yang kecepatannya dan frekuensinya tak terhingga : v = ∞ diberikan oleh ALLAH SWT.

Betapa EKSAK-NYA ISRA’ MI’RAJ ITU !!!

KESIMPULAN :

1. Tanpa memakai faktor tak terhingga (∞) siapapun orangnya yang munajat ke hadirat ALLAH SWT tak kan sampai kepada ALLAH SWT !!!
- HUKUM EKSAKTA MEMBUKTIKANNYA !
- ISRA’ MI’RAJ MENUNJUKKANNYA, KEDUA-DUANYA TAK DAPAT DITAWAR-TAWAR, TAK DAPAT DITOLAK KEBENARANNYA.

2. Munajat artinya : beribadat, berdzikir, bershalat, bersamadi, beri’tikaf dan lain=lain.

3. Sampai pada ALLAH artinya masuk Syorga, karena Syorga adalah pada sisi ALLAH SWT (∞).

4. Dengan terang dan jelas kelihatannya, bahwa tidak ada satu manusiapun yang Sampai pada ALLAH SWT dengan akal apa sajapun, dengan ma’rifat apa sajapun, bagaimanapun hebatnya, karena alat tak terhingga (∞) adalah kepunyaan ALLAH, dan bukan kepunyaan manusia, karena manusia tidak mempunyai kemampuan untuk itu. Manusia adalah BAHARU dan serba terbatas yang tak dapat menghasilkan yang tak terhingga (∞).

5. Alat yang diberikan ALLAH SWT pada Muhammad adalah hanya satu-satunya yaitu “Nur-Nya”, mau tidak mau harus dapat kita salurkan pada diri kita alat itu juga, karena tidak mungkin ada alat lain yang mencapai ALLAH SWT selain daripada Nur-Nya sendiri. Faktor tak terhingga (∞ ) tidak dimiliki oleh manusia manapun juga, karena tidak Ada manusia yang bersifat tak terhingga (∞ ), melainkan ALLAH saja, maka Faktor tak terhingga (∞ ) harus diberikan atau dimasukkan oleh ALLAH itu Sendiri pada manusia, baru manusia memilikinya dan barulah manusia itu dapat Berkomunikasi dengan ALLAH SWT (lihat uraian isra’ dan mi’raj di atas), dan Sesuai dengan firman ALLAH : Nuurun ‘alaa nuurin yahdillaahu linuurihiiman yasyaau. Artinya : “…..Nur Ilahi berdampingan Nur Muhammad itulah diberikannya kepada manusia yang di kehendaki-Nya….” (Surat An nur ayat 35)

6. Faktor tak terhingga (∞) ini tak dapat dan tak boleh bertukar, karena Nur Ilahi adalah satu , tak boleh yang lain, harus yang itu juga, karena jika yang lain, hasilnya/sampainya tidak akan sama; Harus yang di berikan pada Muhammad SAW itu juga harus kita miliki, agar terjamin tempat mendaratnya Muhammad SAW itu sama dengan tempat mendaratnya kita. Tempat mendaratnya Muhammad adalah Syorga, karena syorga adalah pada sisi ALLAH SWT.

7. Untuk mencapai frekuensi yang sama, tidak ada jalan lain, Rohani kita mutlk harus dapat kita gabungkan dengan Rohani Muhammad, yang hidup kekal dan abadi pada sisi ALLAH SWT sebagai “SATELIT” ALLAH TA’ALA di alam semesta ini, yang senantiasa langsung berkomunikasi dengan ALLAH SWT. Rohani digabung dengan rohani tidaklah ada salahnya dan tidak berdosa, asal pandai dan tahu cara pelaksanaan teknisnya, seperti juga frekuensi stasion radio Nusantara III Medan, selalu menggabungkan diri dengan frekuensi pusat jakarta, dan kita akan mendengar Langsung siaran pusat jakarta pada radio kita yang sedang distel dengan frekuensi stasion radio Nusantara III Medan. Begirtu juga, sewaktu Muhammad Ali bertinju di stadion rio de janeiro, cukup kita menstel tv kita pada stasion medan, medan menggabungkan diri dengan jakarta dan jakarta Dengan palapa dan palapa dengan rio de janeiro. Kita melihat Muhammad Ali langsung bertinju di layar tv kita di rumah kita sendiri. ]]

*[ Sangtawal : secara peribadinya saya tidak begitu setuju dengan istilah kedudukan atau jarak yang digambarkan terlalu jauh sangat seperti yang dinyatakan oleh Prof. Dr Saidi di atas iaitu jarak antara Allah swt yang bersemayam diatas ArasyNya dengan Nabi Muhammad saw, tetapi kaedah pendekatan pengiraan sains yang digunakannya itu amat menarik untuk difikirkan! Lagi komen saya berkaitan tulisan beliau diatas ialah ; sampai kepada Allah swt tidak semestinya kita masuk Syurga dan Allah swt itu tidak boleh disamakan dengan Infiniti atau sesuatu pun yang setara denganNya ]

Selamat membaca, Wassalam.

Sangtawal Sakranta…

13 comments:

jmazli said...

sy juga x berapa setuju dgn hal jarak tersebut kerana kalau kita tau dimana letak arasy dan sidratul muntaha itu, x der la jauh malahan teramat la dekat dgn kita. kerana tuhan juga telah berfirman bunyi nya lebih kurang mcm ni la "jgn kau mencari aku kerana kau x pernah dpt menemukan aku tetapi carilah dirimu sendiri nescaya kau akan menemui diriku. aku sgt dkt dgn mu, lebih dekat dr urat lehermu sendiri" sy tulis ni apa yg sy ingat, mungkin ada yg boleh tlg betulkan kalau silap. sbuah artikel yg menarik, lama dah x dgr citer buraq ni.

Anonymous said...

ulasan yang cukup menarik...sekadar bertanya tuan punya blog, gambar gerbang Alif Ba Ta Lam itu di Kampung P****i, Ba***k kalau tak silap saya..saudara berasal dari kawasan situ kah? Saya ada melalui kawasan tersebut beberapa hari yang lalu...

Anonymous said...

Pernah Guru hamba berkata, Allah berada hampir dengan kamu antara mata putih dan mata hitam , ibarat urat mariq dileher dan di hembus dan tarik nafas kamu @ Allah Hu Allah Ha Allah Haq.
Sedangkan Asif Ibn Baqiya lagikan dapat mengalih Istana Puteri Balqis dengan sekejab mata dengan izin Allah, inikan pula Rasulullah kekasih Allah tak terfikir oleh akal manusia, Walahualam. Wasalam

Sangtawal Sakranta said...

salam,

Jmazli,
terima kasih atas komen dan ilmu.
Ya, Allah itu sangat dekat dengan kita.

anon@ 10.27pm,
pintu gerbang dalam gambar di blog ini adalah pintu gerbang utama persatuan silat SLT di gelanggang Kg Patani, sering, pengkalan Datu' Kelantan.Kat situ ada rumah arwah guru saya,saya bukan orang situ.

anon@10.38pm,
Rasanya saya pernah bertemu dengan tuan!terima kasih atas komen :)

Allah Hu, Allah Hayy, Allah Haq

wassalam.

Noor said...

Sy rasa adalah tak perlu utk sedara letak gambar burok yg dah confirm ada unsur2 kafir ni. Mungkin ianya akan memesongkan akidah pembaca baru.

Tak sepatutnya jugalah sedara gantung gambar tu di dinding memandangkan ianya berbentuk makhluk bernyawa & menghalang malaikat masuk ke rumah sedara. tq...

Sangtawal Sakranta said...

salam Noor,

terima kasih atas komen.

sepatutnya pembaca kena baca artikel ni sampai habis,barulah faham apa benda yang ingin saya sampaikan sebenarnya. takkanlah dengan tengok gambar ni ,akidah pembaca terus terpesong!
kalau awak nak kira ada unsur-unsur kafir, cuba lihat kat sejadah dirumah awak [ corak dan gambarnya banyak dipengaruhi oleh unsur masonic dan kuil Sulaiman , 2 tiang obeliks dan lantai petak-petak mcm petak catur! ] yang kita guna untuk sembahyang dan banyak lagi benda-benda lain yang ada unsur sebegini.pendapat saya pula, jika tiada pendedahan seperti ini pembaca tidak tahu dan mudahlah akidah dipesongkan.

dulu, memanglah saya ada gantung gambar ni di dinding rumah saya, tetapi sekarang ni, tidak lagi, rasanya tidak salah jika saya simpan sebagai koleksi seni ditempat yang tertutup.

menarik juga komen awak tentang gambar berbentuk makhluk bernyawa dan malaikat masuk rumah ni, saya ada satu soalan untuk awak, bagaimana pula dengan TV?,
bukankah ia menyiarkan gambar orang bernyawa yang hidup dan bersuara pula, adakah malaikat tidak akan masuk dirumah orang yang menonton / memiliki TV?

apapun, terima kasih sekali lagi atas komen dan teguran.

wassalam.

Anonymous said...

Assalamualaikum wbt,
Allah Hu(dari) Allah Ha(kerana) Allah Haq(kepada).
Tidak mungkin tuan mengenali saya tapi Salam persahabatan dari saya buat Tuan. Terima kasih.
Dari saya,
Hulubalang Kalathana.
Wasalam.

kitab turas said...

sgt menarik dibaca.. terima kasih sangtawal..

jawapan dr komen Noor oleh sangtawal mengenai gambar bernyawa sgt2 menarik :).. tidak jatuh hukum berdosa melihat aurat,wajah yg bukan mahram sekiranya melalui wasitah, bayang2, cermin.. tetapi sekiranya boleh berlaku kemudaratan maka hukumnya haram.. rujuk kitab fiqh Matla' alBadrain atau kalau x faham baca kitab Idaman Penuntut (suluh dr kitab Matla') oleh Hj. Abdul Ghani Yahya..

Noor.. belajar kena berujukan.. islam agama wahyu.. bukan agama fikir2 pakai akal.. sebab tu diturun kn Al-quran & hadith serta ulama' utk rujukan.. dlm permulaan ilmu tauhid pn ade diterangkn apa itu hukum akal & kepentingannya.. akal x boleh dijadikan nas atau dalil..

belajar lah dgn rujukan bukan dengan taqlid sahaja..

wassalam..

Sangtawal Sakranta said...

SALAM,

salam persahabatan buat Hulubalalang Kalathana,
Terima kasih atas komen,
Ya kalau itu maksudnya, memang saya tidak mengenali tuan, jika Allah Hu maksudnya Puji Nur Bagi Qadim,Allah Hayy maksudnya Puji Zat Yang Sentiasa Hidup dan Allah Haq Puzi Zat Maha Benar.... saya mungkin mengenali tuan... apa-pun pengertian diatas bergantung atas ajaran dan kefahaman guru masing-masing...

Kitab Turas,
Terima kasih atas komen dan perkongsian ilmu.

wassalam

iCe said...

salam... entry yang menarik..!!!

Sangtawal Sakranta said...

Salam Ice,
terima kasih :)
selamat membaca!

wassalam.

Noor said...

Menjawab soalan sangtawal pd May 12, 2010 12:11 PM. TV sy tak tau plak apa hukumnya tapi menurut pandangan sy (tak berdasarkan hadis or al Quran), TV tu kita akan matikan bila tak pakai, bkn on selamanya spt gambar. & kita tengok TV tu utk mendapat maklumat selain berhibur. Kalau camtu, sy yg tgh surf internet ni pun kira berdosa ke? Blh bro bg pandangan?

Menjawab soalan kitab turas pd May 12, 2010 11:30 PM, sy ingin bertanya kpd bro, apakah yg dimaksudkan dgn 'tidak jatuh hukum berdosa melihat aurat,wajah yg bukan mahram sekiranya melalui wasitah, bayang2, cermin.. '.

Soalannya: Adakah tak salah & berdosa jika kita menampal gambar2 artis atau perempuan yg bukan muhrim (cth awek dll) yg mendedahkan aurat? Pd pandangan sy (tak berdasarkan hadis or alQuran), jika kita selalu melihat benda yg diharamkan (aurat), akan menghitamkan hati & seterusnya menaikkan nafsu. Sy tiada kitab utk rujukan hal spt ini, blh tlg jelaskan?

onlineinsurance said...

Salam,

Tuan Noor, Seemoga dalam keadaan sejahtera hendaknya dan diberikan berita gembira.

Sebelum saya meneruskan komen, Saya memohon maaf dahulu sekiranya ayat-ayat yang disertakan ini memberikan kesan kurang selesa kepada diri dan keluarga anda.

Komen tuan berbaur "perkauman" (kaum berilmu & kaum hadith.. ape-ape lah), "perli memerli" dan merendahkan martabat seseorang. Pendapat saya, blog yang di sediakan banyak memberi perkongsian ilmu kepada pembaca dan peminat blog ini.

Berbalik kepada tujuan utama, perkongsian ilmu.. Persoalan tuan ini sepatutnya disoal kepada golongan yang lebih arif berkenaan perkara ini kerana siapa la saya dan penulis blog ini nak menjawab soalan tuan tu..

sekian, mohon maaf.